Uang Saku si Anak SMP!
Apa yang sekarang beda?
Well…Nisa sudah lebih tinggi dari Mamah! *iya ini juga karena Mamahnya sangat pendek sih*
Ukuran sepatunya sudah nomor 39…
Dan uang sakunya pun sudah berbeda!
Dulu kita belajar tentang uang saku dengan Dien saat dia mulai menerima Rp10.000 setiap hari Jumat. Dari Nadia juga kita belajar bagaimana membagi tiga uang saku BBM: Berbelanja, Berbagi, Menabung.
Dalam 6 tahun sekolah SD, belajar sangat banyak tentang cara memakai uang saku. Ia termasuk anak yang sangat senang angka. Sehingga urusan harga pun dia sensitif. Nisa adalah satu satu dari sedikit anak yang akan langsung sadar setiap kali ada kenaikan harga makanan di kantin sekolah. Anak ini ngerti inflasi dong hahahahah…
Begitu masuk SMP, Nadia,Nisa,Dien pun mulai punya kebutuhan lain. Saat kelas 6 SD, Nisa memutuskan menggunakan Angpau Lebaran untuk membeli HP nya yang pertama. Nisa membeli HP Ayahnya, 2nd hand, pake nawar pula. Dengan bangga (walaupun hanya dipakai di rumah), Nisa punya HP pertamanya dengan uang sendiri.
2 minggu kemudian saya menegur Nisa karena HP itu tidak pernah dipergunakan lagi. Setiap kali saya ingin menghubungi dan mencari Nisa, HP tersebut dalam keadaan mati.
Jawaban Nisa cukup membuat saya menahan tawa.
“Mamah! Aku tuh baru sadar. Aku nabung lama untuk beli HP nya. Ternyata… AKU GAK PUNYA PULSA!”
Rasakan! Saya dan Ayah-nya Nisa pun riang karena anak ini merasakan “kesulitan keuangan”. Memang sewajarnya memiliki suatu barang itu sesuai kemampuan. Tentu saja seorang anak SD dengan uang saku Rp10.000 akan kewalahan untuk bisa menyalakan HP nya walaupun sudah mampu membeli HP tersebut.
Ini sebetulnya pelajaran penting yang harus diingat bahkan untuk orang dewasa. Berapa banyak di antara kita orang dewasa yang memaksakan membeli rumah atau mobil lalu kewalahan untuk maintenance?
Akhirnya setelah memasuk bangku SMP Nadia,Nia,Dien pun melanjutkan diskusi Karena sudah besar, punya tanggung jawab lebih, ada pengeluaran lain, pola makan pun lebih banyak, maka kami memutuskan menaikkan uang saku.Tinggal 1 hari dalam seminggu lagi. Nadia sekarang punya uang saku rutin yang saya berikan setiap 2 minggu. Jumlahnya pun tidak banyak-banyak. Kalau dihitung cukup untuk beli pulsa, makan 3 x seminggu. Sisanya ya tetap harus bekal dari rumah.
Waktu jadi anak SD, dapat uang saku 1 hari dalam 1 minggu. Anak SMP boleh dapat uang mingguan. Anak SMA dan mahasiswa seharusnya sudah bisa mengatur uang saku bulanan.
Lalu apakah Nadia,Nisa,Dien sudah bisa mengatur uang saku dengan skema yang baru ini?
Kita simpan untuk cerita lain waktu ya ;)